Breaking News
Foto: Toronto Star

Menyikapi Keterbatasan Fisik Sang Buah Hati

Memiliki buah hati adalah harapan terbesar seluruh orangtua. Namun apa jadinya jika harapan tersebut tak sesuai dengan hati anda? Ada beberapa diantara kita yang diuji oleh Allah SWT dengan mengkaruniai seorang anak yang mengalami gangguan fisik atau mental (Disabilitas).

Foto: Toronto Star

Keterbatasan tersebut terkadang menuntut orangtua untuk lebih bekerja keras, baik dalam menjaga, merawat dan mengobati sang buah hati. Ini menjadi persoalan rumah tangga yang mampu menambah beban kehidupan keluarga tersebut.

Kejadian ini pun terjadi pada Nabi Allah, yakni Nabi Sulaiman ‘alaihisalaam. Beliau diberikan seorang anak yang (maaf) cacat. Beliau merupakan hamba Allah yang sangat taat, shalih dan dikaruniai kekuatan luar biasa oleh Allah SWT. Beliau mampu menundukan jin, hujan serta angin kencang.

Tapi nampaknya meskipun beliau adalah Nabi, yang tentunya memiliki nilai keislaman sangat tinggi. Namun Allah tetap menguji beliau dengan mengkaruniai Nabi Sulaiman seorang anak yang cacat. Subhanallah, tidak ada satupun yang mampu mengelak atas kehendak-Nya. Dia-lah yang Maha Menentukan Segalanya.

Diriwiyatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Nabi Sulaiman bin Dawud ‘alaihisalaam berkata, “Pada malam ini aku akan berkeliling untuk menggauli istriku, sehingga semuanya (akan hamil dan melahirkan) seorang anak lelaki yang hebat dalam menunggang kuda (tentara berkuda) untuk berjihad di jalan Allah. Sahabt (penasihat) Nabi Sulaiman berkata kepada beliau, “Katakanlah ‘insyaa Allah.” Namun Nabi Sulaiman tidak mengatakannya.

Nabi Sulaiman kemudian menggauli semua istrinya. Ternyata semua istrinya itu tidak ada yang hamil kecuali satu orang saja, itu pun hanya melahirkan anak yang cacat (separuh manusia, yang hanya memiliki bagian atas badan saja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, kalau Nabi Sulaiman ‘alaihisalam berkata ‘insyaa Allah’, maka setiap istrinya akan melahirkan seorang anak lelaki yang hebat dalam menunggang kuda untuk berjihad di jalan Allah.” (HR. Muslim no. 1654. Juga terdapat dalam shahih Bukhari, hadits no. 672

Bagi orangtua yang memiliki buah hati dengan keterbatasan fisik dan mental, hendaknya kita selalu mengingat bahwasanya dunia dan seisinya, baik itu harta, anak, jabatan dan lainnya akan lenyap.

Kita tidak perlu larut dalam prasangka buruk kepada Allah karena Dia telah mengkaruniai buah hati yang memiliki keterbatasan. Karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita. []

 

Sumber: muslimah.or.id



Artikel Terkait :

About FERRY ARDIYANTO KURNIAWAN

Check Also

hambatan belajar anak

Apakah Anak Anda Alami Depresi?

Sama seperti orang dewasa anak-anak mengalami perubahan perasaan. Mereka bisa merasa bosan, cemas, sedih, kecewa, malu, dan takut. Orang dewasa yang memiliki kematangan psikologis cenderung tahu bagaimana mengontrol perasaan-perasaan tersebut. Sementara anak-anak, cenderung belum bisa mengontrol dan mengelolanya dengan cara yang baik dan sehat. Penting untuk mengajari mereka keterampilan menghadapi ketakutan, menenangkan diri, dan menghibur diri.

Tinggalkan Balasan