Breaking News
Foto: rabbanitour.com

Begitu Mulianya Muslimah pada Zaman Nabi

Menjadi muslimah sejati adalah keinginan setiap wanita. Karena dalam islam pun wanita mendapatkan tempat yang sangat istimewa dan terjaga kesuciannya. Hal ini menjadi bantahan bagi mereka kaum adam yang terlalu mengekang kaum hawa, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun berkeluarga.

Dalam sejarah umat islam, banyak sekali kisah muslimah sejati yang sangat menginspirasi. Bahkan ada muslimah yang sampai turun ke medan perang demi membela agamanya.

Sebenarnya wanita memiliki peluang pengembangan diri yang sama seperti laki-laki. Hal ini sudah terbukti saat zaman nabi, dimana semua wanita pada zaman tersebut diberikan kesempatan oleh Rasulullah SAW untuk menimba ilmu agar mampu berperan serta dalam dakwah islam.

Muslimah yang sesungguhnya tidak hanya berdiam diri di rumah dan mengerjakan pekerjaan rumah selama 24 jam. Tapi mereka memliki peran yang sangat penting dalam kemajuan islam.

Berikut ini beberapa kisah muslimah sejati menurut islam yang mungkin bisa menambah rasa semangat kita di dalam mengamalkan ajaran islam. Diantaranya:

1. Aisyah binti Abu Bakar

Muslimah yang satu ini adalah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aisyah, muslimah yang memiliki kecerdasan dan keluasan wawasan sehingga membuat Rasulullah menjadikannya istri yang paling disayang.

Aisyah memiliki kemampuan dalam bidang hadits, ilmu yang ia miliki saat ini menjadi rujukan berbagai macam cabang ilmu. Tanpanya, umat islam saat ini tidak akan mengetahui kegiatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Berikut adalah beberapa kemampuan yang dimiliki oleh Aisyah:

• Kemampuan mengingat yang baik. Ia mampu menghafal hadits-hadits yang Rasulullah sampaikan.
• Kemampuan meriwayatkan, memahami, menarik kesimpulan atau menafsirkan suatu hadits serta memberikan penjelasan secara detail tentang hukum fiqih yang terkandung dalam hadits tersebut.

2. Nusaibah binti Ka’ab

Muslimah sejati pada zaman nabi yang selanjutnya adalah Nusaibah binti Ka’ab. Pada zamannya Nusaibah lebih dikenal dengan sebutan Ummu Imarah.

Dia adalah salah satu muslimah yang tergabung dalam bai’at Aqabah, selain itu keberaniannya pun sangat diakui oleh para ahli sejarah.

Sebagai muslimah, Nusaibah sangat mengetahui seperti apa peran ia sebagai istri dan mujahid pada zaman nabi. Hampir seluruh peperangan ia ikuti bersama suami dan anaknya.

Dalam setiap peperangan, Nusaibah selalu ikut bersama pasukan muslim untuk memberikan minuman kepada prajurit yang kehausan saat berperang dan mengobati prajurit yang terluka. Bahkan dalam satu riwayat, Nusaibah pernah berperang untuk melindungi Rasulullah.

3. Khaulah binti Azur

Loading...

Muslimah sejati yang ketiga adalah Khaulah binti Azur. Dia sangat berani dalam memerangi orang-orang yang menghina islam, sama seperti Nusaibah, ia pun turut serta dalam peperangan menegakan Agama Islam.

Sama seperti halnya Nusaibah, Khaulah pun dalam peperangan turut membantu prajurit yang kelaparan, kehausan, terluka serta menyiapkan alat-alat peperangan.

Namun suatu ketika ketika pasukan Islam sedang terdesak dan banyak pasukan yang gugur. Maka tidak ada pilihan baginya melainkan Khaulah ikut berjuang membantu pasukan Islam dan Rasulullah. Ia tidak ingin tubuhnya dinikmati dan dijamah kaum kafir, apalagi jika kehormatannya dirampasan dan dijadikan budak.

Dalam sebuah riwayat, ketika Khaulah berperang, ia selalu menutupi wajahnya dengan kain (cadar). Ia tak mau orang-orang mengetahui bahwa dia adalah seorang wanita. Yang dia inginkan hanya berjuang di barisan paling depan untuk membela agama Allah.

Tidak peduli seberapa tinggi atau rendahnya dimana posisi kita berada. Jika tekad menjadi muslimah sejati yang ingin turut serta dalam da’wah membela agama Allah merupakan landasan terpenting yang harus dimiliki dan tanamkan dalam diri seorang muslimah sejati. []

Sumber: studioznak.net



Artikel Terkait :

About FERRY ARDIYANTO KURNIAWAN

Check Also

Anak Gembala yang Amanah

“Hei anak muda, engkau berpuasa di hari yang panas sambil menggembala pula?”

Tinggalkan Balasan