Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Dari Seorang Ayah yang Jauh Berjarak

0

 

“Ayah, ijinkan aku berangkat ke Madinah,” ujar Umar bin Abdul Azis pada ayahnya. “Aku ingin berkumpul bersama para ulama. Mempelajari budi pekerti dari mereka.”

Saat itu, usianya masih sangat muda. Anak yang tinggal di istana. Lahir dengan mebawa gelar kehormatan.

Madinah dan Mesir—tempat tinggal sang ayah—bukanlah jarak yang dekat. Hidayah, ketakwaan, dan kebaikan sang ayah, mendorongnya mengabulkan keinginan sang anak. Maka dititipkanlah Umar kepada seorang guru besar Madinah, Saleh bin Kisan.

Di Madinah, Umar bin Abdul Azis mengkhatamkan hapalan Quran dalam waktu singkat. Ilmu adab, Bahasa Arab, dan syair ia kuasai dengan sempurna.

Namun, ada satu kisah menarik, dalam perjalanan tarbiyah Umar bin Abdul Azis. Kisah yang memberi kita pelajaran, bagaimana peran tanggung jawab seorang ayah dalam pendidikan anaknya.

Suatu hari, ia terlambat datang untuk shalat berjamaah.

“Apa yang menyebabkanmu datang terlambat?” tanya sang guru.

“Karena rambutku masih disisir,” jawabnya dengan jujur.

“Kamu lebih mengutamakan menata rambutmu dibandingkan salat?” sang guru menyelidik tegas.

Lalu, dituliskanlah laporan perihal tersebut. Dikirimkannya ke Mesir.

Tak lama berselang, datanglah balasan dari Mesir, dari sang ayah. Jawabannya singkat saja; “Gunduli rambut anakku!”

Anak yang tampan dan berkharisma. Harus kehilangan penampilan yang dibanggakannya. Namun ia terima dengan lapang hati. Menjalankan dan menaati perintah ayahnya. Karena ia paham, bisa jadi, itulah penawar dari kesalahannya. Melalaikan shalat pada waktunya.

Inilah ajaran itu. Ajaran tentang sebuah tanggung jawab. Dari seorang ayah yang jauh berjarak.

Jarak itu tak menjadikan alasan. Berlepas tangan meninggalkan peran. Karena ayah tetaplah perisai. Energi yang mengalirkan rasa. Ketakutan dan ketaatan pada Allah adalah yang utama. []

Sumber:
▪ 5 Khalifah Kebanggaan Islam ( Syaikh Khalid Muhammad Khalid )
▪ Inapirasi dari Rumah Cahaya ( Budi Ashari, Lc )

Loading...

FB: Suminar Widyawati



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline