Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Diterima dan Ditolak

0

Setelah membulatkan tekad, bacalah basmalah untuk melangkah. Lanjutkan perjuangan dengan mengajukan pinangan. Ada dua kemungkinan; diterima atau ditolak. Juga ada dua suasana yang mungkin terjadi; bahagia atau berduka.

Saat meminang dan pinangan tersebut diterima, rasanya kita lebih mudah menjaga diri. Hubungan dengan keluarga calon pasangan menjadi lebih erat dan hangat.

Tapi bila meminang dan pinangan itu ditolak, biasanya sulit menjaga suasana hati. Boleh jadi di depan si dia dan keluarga besarnya kita tampak biasa-biasa saja, tapi di belakang hati bergolak tiada tara.

Bila hati kurang vitamin (iman), ditolak cinta bisa menjadi bibit permusuhan yang memicu tumbuhnya kedengkian dan dendam kesumat. Naudzubillah. Kalau keadaannya sampai seperti itu, bisa berabe, Kawan!

Ini menandakan bahwa provokasi setan telah berhasil. Pastinya setan bahagia, pesta pora dan bersuka ria. Gembira atas kemenangannya. Ini bahaya, Sahabat! Maka segera menuju pintu taubat. Astaghfirullahal ’azhim.

Saat ditolak, bisa jadi kita sakit hati, tapi tak usah sumpah serapah dan caci maki keluar dari lisan ini. Lebih baik perbaiki diri agar menjadi pribadi yang berkualitas tinggi; pribadi yang tak pantas ditolak lagi.
Mari ingat kembali bahwa tujuan menikah adalah untuk beribadah. Karenanya, adab ibadah harus dipenuhi, pertama ada perintahnya; kedua ikhlas niatnya; ketiga dikerjakan dengan cara yang benar.

Pun demikian dengan menikah harus merujuk pada tiga hal ini agar bernilai ibadah. Antara diterima atau ditolak, seharusnya menjadi ladang amal yang menuai kebaikan. Jika diterima bersyukur; jika ditolak bersabar. Syukur dan sabar merupakan kebaikan. Keduanya pun mendatangkan pahala.

Mari simak nasihat agung Rasulullah Saw berikut ini: “Sungguh menakjubkan seluruh prilaku orang mukmin. Semua keadaan adalah baik baginya. Jika memperoleh kesenangan ia bersyukur, dan yang demikian itu adalah baik baginya. Jika ditimpa kesusahan ia bersabar, dan yang demikian itu adalah baik baginya. Perilaku seperti itu hanya ada pada diri seorang mukmin.” (H.r. Muslim dan Ahmad)

Mari belajar dari Bilal bin Rabbah. Muazin kecintaan Rasulullah ini, suatu hari bersama Abu Ruwaihah menghadap Kabilah Khaulan untuk melakukan pinangan. Bilal mengatakan, “Saya Bilal, dan ini saudaraku. Kami datang untuk meminang. Dahulu kami berada dalam kesesatan, kemudian Allah memberi petunjuk. Dahulu kami budak-budak belian, kemudian Allah memerdekakan….”

“Jika pinangan kami Engkau terima,” kata Bilal melanjutkan, “kami panjatkan ucapan: Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Dan jika ditolak, maka kami mengucapkan: Allahu akbar, Allah Mahabesar.”

Pelajaran apa yang bisa diambil dari sini?

Pertama, jika pinangan diterima, maka ucapan hamdalah menjadi bukti bentuk syukur kita kepada Allah Swt. Hanya Allah yang layak dipuji. Bahwa kenikmatan datangnya dari Allah, termasuk rezeki berupa jodoh atas diterimanya pinangan.

Allah yang menentukan; Allah yang menjadikan kita tertarik pada si dia; dan Allah yang membukakan hati si dia dan keluarga besarnya untuk menerima pinangan kita. Maka ucapan hamdalah menjadi sesuatu yang patut dipanjatkan kepada Allah Swt atas segala nikmat yang diberikan-Nya.

Kedua, jika pinangan ditolak, maka ucapan takbir merupakan bukti keimanan kita kepada Allah. Ada nilai keyakinan, baik sangka, dan sabar atas kenyataan yang menimpa. Bahwa Allah sedang menerpa jiwa kita agar tegar dan lebih dewasa dalam menghadapi badai ujian dan cobaan. Agar kita tangguh dan siap mengarungi samudra kehidupan. Kecewa! Bisa jadi timbul rasa kecewa. Sedih, putus asa, dan sakit hati, bisa jadi muncul dalam diri kita. Tapi kuncinya adalah bagaimana kita menyikapi reaksi yang muncul tersebut.

Berbaik sangka pada Allah adalah hal yang semestinya dilakukan.

Mengapa ditolak?

Loading...

Bisa jadi Allah telah menyediakan yang lebih baik dari si dia, Allah akan mengganti dengan yang lebih berkualitas dan cocok dengan kita. Bisa jadi. Karena Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Yakinlah. Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia. (Q.s. Yasiin [36]: 82) []



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline