Breaking News
Foto: Firdaus45

Waduh, Pernyataan Mengenai Kehamilan Berikut ini Tidak Benar

Hamil merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu para ibu, karena sang buah hati yang didambakan akan lahir dan menginjakan kakinya di dunia yang fana ini. Kehamilan seorang perempuan seringkali dikaitkan dengan berbagai mitos yang berkembang di masyarkat.

Seringkali para ibu dibuat kebingungan mana pernyataan yang fakta dan mana yang mitos. Mitos merupakan takhayul yang berkembang di masyarakat secara turun temurun dari nenek moyangnya. Tak ada dalil Al-Qur’an ataupun As-Sunnah yang melandasinya.

Mitos hanya akan menjeremuskan seseorang kedalam lembah kesyirikan, karena melihat berbagai contoh mitos, seperti menggantungkan gunting di pakaian dalam ibu hamil agar anak terhindar dari gangguan makhluk halus. Sama sekali tak ada firman Allah yang melandasinya.

Maka dari itu mari kita pahami hal-hal apa saja yang memang menjadi fakta ilmiah pada ibu hamil.
Dibawah ini beberapa mitos dan fakta seputar kehamilan:

1. Ibu hamil harus makan 2x lipat lebih banyak daripada ibu yang tidak hamil.
Hal ini tidak sepenuhnya benar, yang benar adalah kualitas gizi ibu hamil yang harus lebih banyak daripada ketika tidak sedang hamil. Seorang ibu hamil membutuhkan tambahan 300 kkl atau setara dengan 6 sendok makan nasi putih atau 1 gelas susu.

2. Ngidam harus dituruti agar bayi tidak ileran.
Ngidam makanan ternyata merupakan fakta yang benar. Karena keinginan atau ngidam akan suatu makanan adalah cara tubuh mengirim sinyal bahwa tubuh kekurangan zat yang diinginkan.

Misal ingin sate, berarti tubuh kekurangan protein hewani. Atau ingin makan yang asam-asam, berarti tubuh kekurangan zat asam atau kekurangan cairan hingga membutuhkan buah-buahan yang asam dan mengandung air banyak.

Yang tidak benar adalah ngidam yang tidak rasional, seperti ingin memegang kumis tetangga misalnya.

3. Makan kacang hijau membuat bayi berambut lebat.
Faktanya mengkonsumsi kacang hijau bisa dibuktikan secara ilmiah dapat melebatkan rambut bayi sebanyak 30%. Karena kacang hijau mengandung protein dan zink yang dapat menyebabkan rambut cepat tumbuh.

4. Bentuk perut ibu dan jenis kelamin bayi.
Ini adalah mitos. Faktanya bentuk perut ibu hamil tergantung pada bentuk tubuh alami ibu itu sendiri. Ibu yang tinggi besar tentu saja akan memiliki perut yang cenderung melebar, sedangkan ibu yang kurus akan memiliki perut yang lancip.

5. Gerhana bulan menyebabkan bibir bayi sumbing atau kelainan pada fisik bayi.
Tidak ada hubungannya antara gerhana dengan bibir sumbing atau kelainan fisik. Bibir sumbing terjadi karena faktor lingkungan dan genetik.

Juga disebabkan oleh konsumsi obat-obatan yang tidak aman bagi ibu hamil. Maka seorang ibu hamil diharapkan untuk berhati-hati dengan obat-obatan.Konsultasikan dengan bidan atau dokter kandungan jika diharuskan mengkonsumsi obat tertentu.

6. Larangan mandi, ini mitos
Boleh mandi dengan air yang sejuk. Bayi terlindungi dengan selaput yang biasa disebut dengan air ketuban, maka air yang dingin tidak bisa begitu saja tumpah mengenai bayi.

7. Berhubungan intim, bisa menyebabkan bayi kotor, bayi lahir dengan lendir banyak, bisa mengganggu bayi.
Faktanya tidak masalah karena liang vagina kedalamannya 8-12 cm dan rahim dilindungi oleh selaput lendir. Kecuali kehamilannya memiliki masalah, seperti sering keguguran dan lainnya. Ini yang perlu berhati-hati ketika berhubungan intim.

8. Tidak boleh memotong atau menjahit baju.
Menyebabkan bayi bibir sumbing. Tidak benar

9. Minum susu kedelai membuat kulit bayi berwarna putih.
Ini tidak terbukti secara ilmiah, karena kulit bayi berdasarkan genetik dari orangtuanya.

Loading...

10. Minum es, bayi besar dan sulit lahir.
Mitos. Bayi besar dipengaruhi oleh ibu yang memiliki riwayat diabetes. Kecuali jika minum dinginnya ditambah gula berlebih seperti minum es teh, es sirup dan lain sebagainya. []

 

Sumber: kiblatmuslimah.com



Artikel Terkait :

About FERRY ARDIYANTO KURNIAWAN

Check Also

4 Buah yang Diyakini Dapat Atasi Radang Tenggorokan

Selain karena teksturnya yang lembut sehingga mudah untuk ditelan, buah pisang juga akan membantu proses penyembuhan radang tenggorokan yang sedang Anda derita. Hal ini karena buah pisang mengandung vitamin B6, vitamin C, dan kalium yang tinggi.

Tinggalkan Balasan