Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Kini Engkau Tak Sendiri

0

Bila sebelumnya engkau bebas pergi sendirian, bebas main ke sana dan ke mari, menginap sesuka hati, tidak pulang berbilang hari, minggu, atau bulan.

Bebas bermain, kuliah, kerja, jalan-jalan, kemping, mendaki gunung dan sebagainya. Bebas melakukan beragam kegiatan hingga engkau lupa pulang, lupa keluarga, dan lupa kampung halaman.

Bila orangtua nanya, “Nak, lagi di mana?”

Engkau menjawab sedang ada di suatu tempat, sedang begini dan begitu. Mohon doa restunya.

Bertanya kabar keluarga seadanya, “Bagaimana ibu bapak sehat?” Urusan keluarga cukup sampai di sini.

Tapi…

Hari ini tak seperti dulu lagi. Tak leluasa melakukan segala yang digemari, main ke sana dan ke mari. Sebab hari ini engkau tak sendiri, tak lagi sama seperti bujangan yang bisa melakukan segala yang disukai.

Hari ini ada seseorang yang sangat merisaukanmu saat lama tak kembali. Dulu bebas pergi sendirian, sekarang ada orang yang menantikan.

Bila engkau tak kunjung pulang hingga malam hari, kini ada sepotong hati yang menanti. Bila jarak berjauhan, ada seseorang yang selalu merindukan.

Bila berpisah berhari-hari dan tak sempat mengabari, sosok itu sangat mengkhawatirkan keadaanmu.

Di sebuah kamar ia menanti dengan debar labirin hati, sesekali terisak menyeka air mata merindui sang suami.

Itulah istrimu…

Sosok lembut yang sangat merindukan kehadiranmu, yang butuh diseka air matanya, dielus rambutnya, dikecup keningnya, dan didekap penuh kehangatan.

Sosok yang mengalunkan doa untuk kebaikan keluarga, meneguhkan hati, menenangkan pikiran, dan menenteramkan kehidupan.

Kini engkau tak sendiri, tak lagi bebas pergi sesuka hati. Ada istri yang perlu engkau mengerti, curahi cinta dan kasih sayang.

Ada perhatian, amanah, dan tanggungjawab di antara kalian berdua. Ada hak yang diterima dan kewajiban untuk ditunaikan. Ada kerelaan jiwa untuk memberi dan menerima.

Loading...

Kini engkau tak sendiri, ada pasangan yang setia menemani. Setia menjalin hubungan cinta dalam biduk rumah tangga, hidup bersama hingga masa tua, hingga kelak ajal tiba. Seseorang yang setia menjalin hidup bersama di dunia, juga berharap menjadi pasangan di akhirat.

“Mereka bersama pasangan-pasangan mereka bernaung di tempat yang teduh.” (QS Yasin [36]: 56).

Bahkan berkumpul di surga dengan keluarga, “(yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang salih dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu.” (QS ar-Rad [13]: 23) []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline