Breaking News
Ruang Muslimah

Bolehkah Wanita Muslimah Memanjangkan Kukunya?

Sebagai seorang wanita pasti selalu ingin terlihat tampil cantik dan indah, mempercantik diri adalah hobby wanita, tak peduli biaya yang akan dikeluarkan untuk treatment kecantikannya. Adapula salah satu cara yang biasa dilakukan wanita untuk mempercantik dirinya salah satunya adalah memanjangkan kuku.

Kuku yang panjang dianggap wanita sebagai perhiasan, mereka akan mereka menjaga dan merawat kuku itu sampai tumbuh panjang, bak sedang menanam pohon. Tapi apakah di dalam Islam diperbolehkan kegiatan memanjangkan kuku seperti ini?

Apa hukumnya memelihara (memanjangkan) kuku bagi kaum pria dan wanita? Jika memang diharamkan, apa hikmah dibalik pelarangan itu?

Memotong kuku termasuk salah satu perkara fitrah, berdasarkan sabda Nabi Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam:

“Perkara fitrah ada lima: Berkhitan, mencukur bulu kemaluan, menggunting kumis, menggunting kuku dan mencabut bulu ketiak,” (H.R Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits shahih lainnya disebutkan bahwa perkara fitrah ada sepuluh, salah satunya adalah menggunting kuku.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallaahu ‘Anhu ia berkata:

“Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam memberi kami batas waktu untuk menggunting kumis, menggunting kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan, yaitu tidak membiarkannya lebih dari empat puluh hari,” (H.R Ahmad, Muslim dan Nasa’i, lafal hadits di atas adalah lafal hadits riwayat Ahmad).

Barangsiapa tidak menggunting kukunya berarti ia telah menyalahi perkara fitrah.
Hikmah pelarangannya ialah untuk menjaga kesucian dan kebersihan, karena kadangkala dalam kuku tersebut tersimpan kotoran, dan juga untuk menghindari bentuk penyerupaan diri dengan orang-orang kafir dan hewan-hewan bercakar dan berkuku panjang.

Fatawa Lajnah Daimah V/173.

Pada hari ini banyak kita jumpai kaum wanita yang menyerupakan dirinya dengan binatang-binatang buas, dengan memanjangkan kuku-kuku mereka kemudian mengecatnya dengan cat-cat kuku berwarna norak. Pemandangan seperti ini sangat buruk dan membuat jengkel hati orang-orang berpikiran sehat dan lurus fitrahnya. Termasuk kebiasaan jelek yang dilakukan sebagian orang pada hari ini adalah membiarkan panjang salah satu kukunya, sudah barang tentu perbuatan semacam itu menyalahi perkara fitrah. Hanya kepada Allah sematalah kita memohon keselamatan dan afiat dan Dia-lah yang menunjuki kepada jalan yang lurus. []

Sumber: Islamqa.com

About Ralda Rizmainun Farlina

Check Also

Mengajarkan Adab Masuk Kamar Mandi pada Anak

Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki kamar mandi, lalu dia mengucapkan 'bismillah'

Tinggalkan Balasan