Breaking News
1Health.ID

Apapun Jenis Kelamin Sang Anak, Bersyukurlah

Ketika sudah menikah dan menjadi pasangan suami istri tentu aka nada rasa ingin mempunyai momongan sesuai harapan yang diinginkan, semisal sang istri ingin anak perempuan dan sang suami malah sebaliknya.

Tak perlu bersedih jika kelak yang dilahirkan bukan anak dengan jenis kelamin yang diharapkan. Anak itu titipan bisa jadi sewaktu-waktu akan diambil kembali. Banyak pula di luar sana yang menanti diamanahi buah hati sudah bertahun-tahun bahkan hingga belasan tahun namun belum pula dikaruniai.

Hendaklah setiap orang tua bersyukur dan ridha dengan rizki yang telah Allah Ta’ala berikan. Baik diberikan nikmat berupa anak laki-laki, maupun anak perempuan.

Allah Ta’ala berfirman,

يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ (49) أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ (50

“Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan kedua jenis anak laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya). Dan Dia menjadikan tidak memiliki keturunan (mandul), siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa,” (QS. Asy-Syuura [42]: 49-50).

Di antara para Nabi ‘alaihis salaam, ada yang hanya memiliki anak perempuan, yaitu Nabi Luth. Ada yang hanya memiliki anak laki-laki, semisal Nabi Ibrahim. Ada pula yang memiliki anak laki-laki dan perempuan seperti Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan ada pula yang tidak memiliki keturunan, semisal Nabi Yahya.

Semua ini menunjukkan kekuasaan Allah Ta’ala.

Kita pun tidak mengetahui, manakah yang lebih baik di antara keduanya, anak laki-laki atau anak perempuan?

Allah Ta’ala berfirman,

آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا

“(Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,” (QS. An-Nisa’ [4]: 11)

Allah Ta’ala berfirman,

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui,” (QS. Al-Baqarah [2]: 215)

Betapa banyak anak perempuan yang kemudian menjadi sebab kebahagiaan orang tua dan kerabatnya di dunia dan akhirat. Dan betapa banyak anak laki-laki yang menjadi sebab kesengsaraan dan penderitaan orang tuanya.

Lihatlah Maryam ‘alaihassalaam, dan lihat pula Fathimah, anak perempuan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maryam ‘alaihassalaam, melahirkan seorang Nabi yang shalih.

Sedangkan Fathimah melahirkan dua orang pemuda yang menjadi pemimpin penduduk surga.

Fathimah juga merupakan salah satu pemimpin para wanita penduduk surga.

Apakah layak untuk dibandingkan, antara Maryam atau Fathimah (anak perempuan) dengan anak Nabi Nuh ‘alaihis salaam (anak laki-laki)? Anak laki-laki Nabi Nuh ‘alaihis salaam adalah seorang anak yang keras kepala dengan kekafirannya dan juga meninggal di atas kekafiran.

Sekali lagi, apakah layak untuk dibandingkan antara Fathimah dengan anak laki-laki Nabi Nuh?

Oleh karena itu, apa pun jenis kelamin dari anak keturunan yang telah Allah Ta’ala berikan kepada kita, bersyukurlah kepada Allah Ta’ala. Tentunya disertai dengan usaha maksimal untuk mendidik anak-anak kita tersebut agar menjadi pribadi yang bertakwa dan takut kepada Allah Ta’ala. []

Sumber: Muslimah.or.id

About Ralda Rizmainun Farlina

Check Also

Sebaiknya Lakukan Hal Ini saat Mendengar Adzan

Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali.

Tinggalkan Balasan