Breaking News

Jika Anak Bersalah

Oleh: Shinta Wahyu

sintawahyu2@gmail.com

Husin  masih mengurung diri di kamar. Sejak semalam, tidak mau makan dan tidak berbicara dengan siapapun. Ayah masuk dan mendekatinya. Duduk di sisi tempat tidur Husin.

“Ada apa?” tanya beliau lembut.

“Ayah, semalam Umi memarahiku.”

“Kenapa Umi sampai marah?”

“Aku sedang bercanda dengan Adik, Yah. Aku tidak sengaja berbicara kasar padanya.”

“Itu sebabnya kamu menjadi marah dan murung? Kamu tahu, sebenarnya Umi bukan marah padamu. Beliau hanya menasehatimu.”

“Ayah, kalau Umi hanya ingin menasehatiku kenapa ucapannya menyakitkan?”

“Nanti Ayah jelaskan. Sekarang, bantu Ayah dulu memperbaiki pintu dapur. Ayo!”

Dengan kelembutan ayahnya, Husin luluh. Kemudian beranjak mengikuti ayahnya menuju dapur.

“Lihat, pintu ini perlu dipaku. Tolong ambilkan Ayah paku dan palu.”

Husin menurut meski dalam benaknya bertanya-tanya. Kenapa hanya untuk mengambil palu dan paku saja harus menyuruh dirinya? Bukankah itu bisa beliau kerjakan sendiri? Bukankah Ayah dan Umi mengajarkan padanya bahwa, selama kita masih bisa mengerjakan sesuatu atau hal-hal kecil sendiri, jangan menyuruh orang lain.

“Ini, Ayah!” Husin menyodorkan alat yang diminta ayahnya. Kemudian Ayah memaku bagian pintu yang renggang tersebut.

“Sudah selesai. Ayo, kita duduk di sana!” Mereka menuju ruang tamu. Tampak Umi sedang membaca koran, “Ayo, apa kamu tidak mau minta maaf pada Umimu?”

Husin bergeming. Lalu ragu-ragu dia melangkah mendekati Umi di sofa. Husin lalu merebahkan kepalanya di pangkuan ibunya.

” Umi, Husin minta maaf. Husin salah,” Umi membelai kepala putra sulungnya itu.

“Umi maafkan, tapi jangan diulangi lagi ya. Itu tidak baik. Umi juga minta maaf ya Sayang,”

“Husin, seperti pintu tadi. Kalau dibiarkan saja maka akan rusak dan bisa mencelakai. Seandainya pintu tadi bisa bicara, tentu dia akan berteriak kesakitan saat ayah menancapkan paku. Tetapi dengan paku dan ketukan palu maka pintu itu sekarang sudah kembali baik dan tidak berbahaya.

“Begitu pula dengan nasihat. Terkadang, nasihat itu terasa menyakitkan, tetapi itu demi kebaikanmu. Karena kami menyayangimu,” kata Ayah. Kini Husin bisa tersenyum dan ceria kembali. []

-Surakarta 110116-

 

Sumber: Islampos

About Mila Zahir

Check Also

Sebaiknya Lakukan Hal Ini saat Mendengar Adzan

Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali.

Tinggalkan Balasan