Breaking News
Picture: Google Image

Tujuh Cara Jitu Taklukan Rasa Malas

Ukhti, rasa malas adalah salah satu musuh terbesar dalam hidup kita. Jika dibiarkan dan tidak dapat kita taklukan, maka rasa malas ini dapat menimbulkan banyak kerugian pada diri kita dan orang-orang di sekitar kita.

Salah satu contohnya, ketika tiba waktu shalat dan adzan berkumandang, rasa malas pada diri kita mungkin berkata agar kita menunda shalat kita untuk beberapa menit. Jika tidak kita lawan dan kita taklukan, maka hilanglah kesempatan kita untuk mendapat pahala shalat awal waktu.

Berawal dari malas shalatdi  awal waktu inilah, maka akan selalu datang rasa malas untuk melakukan hal-hal baik lainnya. Untuk itu, kita perlu melawan rasa malas yang timbul sekecil apapun itu.

Disitat dari laman Ummi Online,  berikut beberapa cara untuk menghalau rasa malas.

Pertama, sering membaca doa antimalas, terutama di setiap selesai salat lima waktu. Doa antimalas versi singkat sebagai berikut

أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ketidakberdayaan, malas, pengecut dan pikun (HR. Muslim No. 2706).

Sedangkan doa antimalas yang lebih lengkap sebagaimana tersebut berikut ini

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, berkata bahwa Rasulullah SAW biasa berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

Allahumma innii a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzaa bil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaati.’’

Artinya:

‘’Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktutua, sifat kikir, dan aku juga berlindung kepadaMu dari siksa kubur serta bencanakehidupan dan kematian.” (HR. Bukhari No. 6367 dan Muslim No. 2706)

Kedua, senantiasa bersemangat. Caranya mudah, dengan selalu mengingat bahwa sebagai umat terbaik, kita diciptakan Allah untuk berbuat berlomba-lomba berbuat kebaikan [Q.S. Al-Baqarah/2:148]. Memiliki sahabat yang selalu memotivasi saat kita dalam kondisi kurang bersemangat. Selalu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk diri kita sendiri. Atau cara lainnya adalah bergabung dengan forum diskusi, organisasi, komunitas yang aktif berkontribusi memberi manfaat bagi umat.

Ketiga, persiapan hari esok. Bila kita mengingat firman Allah di dalam QS. Al Hasyr: 18, maka sudah sepantasnyalah kita segera bergegas mempersiapkan bekal untuk hari esok. Mengingat kematian adalah hal terdekat dengan diri manusia, membuat kita terhindar dari malas. Kita senantiasa berbuat dan melakukan yang terbaik, demi mencari rida Allah SWT.

Keempat, rajin beribadah. Bila malas melanda, maka segeralah mengambil air wudhu, lalu shalat mutlak dua rakaat. Lebih baik lagi dilanjutkan membaca Alquran. Dengan rajin beribadah, maka secara otomatis Allah bersama malaikatnya yang menjaga kita dari sifat tercela, salah satunya malas.

Kelima, membaca. Membaca buku-buku motivasi, kisah inspiratif, sirah Nabi, kisah keteladanan para sahabat dan cendekiawan muslim di masa lalu dapat membuka cakrawala berpikir kita. Kita dapat meneladani mereka,menghayati bagaimana kisah perjuangannya, bagaimana mereka jatuh-bangun mengarungi samudera kehidupan, bagaimana berbagai ujian kehidupan menempa diri mereka sehingga menjadi semakin tangguh. Semangat inilah yang dapat kita teladani.

Keenam, bersilaturrahim. Bersilaturrahim mengunjungi tetangga, kakek-nenek di desa, para ulama di pondok pesantren, anak yatim piatu di panti asuhan, berpotensi mengobarkan semangat kita. Kita dapat mendengarkan mereka bercerita, menghibur mereka dengan kehadiran kita. Semua aktivitas ini pastilah menyemangati hati.

Ketujuh, menulis. Menulislah apa yang menjadi kerisauan kita, apa problematika kita, apa saja yang kita galaukan di masa mendatang, kenangan pahit di masa lalu. Lebih baik lagi bila menulis dalam kondisi suci alias masih ada wudhu. Setelah semua beban pikiran atau jiwa lepas dari diri kita, maka Insya Allah rasa malas pun menghilang dengan sendirinya.

Mari kita lakukan tujuh jurus sakti penakluk malas di atas. Biasakanlah selama minimal dua minggu. Niatkanlah hanya mencari ridha Allah. Insya Allah kita terbebas dari belenggu malas. []

Sumber: Ummi Online

About Mila Zahir

Check Also

Cara Memutihkan Gigi dengan Bahan Alami

Penggunaan siwak mungkin bukan baru kali ini saja. Siwak sudah digunakan sejak zaman dahulu. Fungsinya yang digunakan sebagai alat tradisional pembersih gigi ini ternyata juga memiliki manfaat lain yaitu sebagai pemutih gigi alami.

Tinggalkan Balasan