Breaking News
Kompasiana.com

Kebiasaan Mutlitasking Ternyata Merusak Otak, Benarkah?

Dalam kehidupan sehari-hari tentu Anda pernah melihat seseorang melakukan beberapa pekerjaan namun dalam satu waktu. Hal itu sungguh ribet terlihat bukan, disatu sisi kita harus fokus pada pekerjaan yang satu, namun disisi lain kita juga mengerjakan pekerjaan lain. Bukankah ini menjadikan otak sulit untuk berpikir dan emosi pun akan memuncak akibat dari kegiatan tersebut.

Multitasking yang Anda lakukan saat weekend semisal: sambil berbicara di hp, tangan Anda sibuk memencet keyboard laptop menyelesaikan laporan kantor, sambil menyuapi si kecil makan siang. Atau di pagi hari, merapikan meja makan sambil membuat teh manis dan memanaskan lauk. Atau saat di kantor, membuat outline tugas mingguan sambil mengedit rancangan budget departemen, sekaligus membaca email masuk.

Perempuan, acap berbangga hati karena mampu melakukan lebih dari satu pekerjaan dalam satu waktu. Berbeda dengan laki-laki yang dianggap hanya bisa mengerjakan satu pekerjaan dalam satu waktu.

Sebuah penelitian terkini Universitas Stanford menyebutkan bahwa kemampuan multitasking justru dapat merusak otak dan merusak kinerja manusia. Ketika mengerjakan beberapa tugas dalam satu waktu, Anda merusak area otak yang sangat penting.

Sebenarnya, saat multitasking adalah saat kurang produktif dibandingkan mengerjakan satu tugas dalam satu waktu. Dengan multitasking, Anda hanya mengerjakan. Tanpa bisa memperhatikan, menajamkan pikiran dan ingatan, mengevaluasi, dan menuntaskan tugas sebelum beralih ke tugas lain. Sebabnya tak lain karena konsentrasi Anda terpecah.

Jadi, tak perlu bangga bisa menjadi pribadi multitasking. Jika dilakukan terus-menerus, akan makin sulit mengatur pikiran kita untuk mengatur hal penting dan tidak penting, makin sulit menyelesaikan tugas dan mulai mengerjakan yang lain.

Otak manusia sejatinya hanya bisa fokus pada satu hal dalam satu waktu. Karena itu, memaksakan multitasking dapat melemahkan IQ bahkan menurunkan kemampuan berempati dan manajemen emosi. Kondisi itu dapat terjadi setelah Anda sulit berkonsentrasi, mengorganisasikan tugas, dan memperhatikan detail. []

Sumber: Muslimah

About Ralda Rizmainun Farlina

Check Also

rasa syukur, kecantikan, anugrah dari Allah

10 Bahan Alami Mencerahkan Bibir

Keindahan bibir dilihat dari bentuk dan warnanya, konon bibir dengan warna merah merona merupakaan dambaan setiap wanita. Begitu pentingnya bibir bagi penampilan kaum Hawa, bahkan membuat orang rela melakukan berbagai cara memerahkan bibir.

Tinggalkan Balasan