Breaking News
Foto: B&Q

Ini Tujuh Adab Buang Air dalam Islam

Di antara keagungan syariat Islam yang penuh berkah ini adalah tidak tersisa satu kebaikan pun, besar maupun kecil, kecuali telah diperintahkan dan dianjurkan oleh syariat. Dan tidak ada satupun keburukan, yang besar maupun kecil, kecuali dilarang olehnya.

Sungguh sebuah syariat yang maha komplit dan indah dari segala segi. Hal itu membuat takjub orang-orang non muslim terhadap Dien ini. Hingga salah seorang kaum musyrikin berkata kepada Salman Al-Farisi Radhiyallahu ‘Anhu: “Nabi kalian telah mengajarkan segala sesuatunya hingga masalah khira’ah (adab buang hajat).” Salman pun berkata: “Benar katamu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah melarang kami menghadap kiblat ketika buang air besar atau kecil,” (H.R At-Tirmidzi no:16, ia berkata: Hadits ini hasan shahih, diriwayatkan juga oleh Imam Muslim dalam shahihnya dan imam-imam lainnya)

Pertama, hendaklah membaca do’a sebelum masuk ke WC. Dari Anas bin Malik bahwasannya Nabi SAW. jika masuk ke dalam kamar kecil, beliau membaca : Allahumma inni a’udzubika minal khubsi wal-khabaa-is (Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari setan laki-laki dan setan perempuan,” (Thirmizi, Bab thaharah no. 6, hasan shahih).

Kedua, hendaklah mendahulukan kaki kiri ketika masuk ke WC dan mendahulukan kaki kanan ketika keluar dari WC dan membaca : Alhamdulillahilladzi adzhaba ‘anil ada wa ‘aafaani “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dariku dan yang telah menyembuhkan aku.”

Ketiga, setelah selesai buang air atau buang hajat, hendaknya membersihkan kotoran yang ada pada badan denan tangan kiri.

Keempat, ketika ingin buang air hendaknya di tempat yang jauh dari orang atau di tempat yang tertutup. Dala hadits disebutkan “Apabila nabi bermaksud buang air, beliau berjalan sehingga tidak dilihat oleh seorangpun,” (HR. Abu Daud dan Jabir)

Kelima, diusahakan jangan menghadap kiblat ketika hendak buang air. Rasulullah SAW. bersabda : “Apabila seseorang dari kamu duduk hendak buang air, maka janganlah menghadap kiblat dan jangan pula membelakanginya,” (HR. Muslim dan Ahmad dan Abu Hurairah).

Keenam, hindari buang air di air yang tergenang atau di lubang-lubang tanah. Karena dalam air tergenang akan sangat mudah menularkan penyakit, sedangkan dalam lubang dikhawatirkan ada binatang yang merasa terganggu. Rasulullah SAW. bersabda “Bahwasannya Rasulullah melarang buang air kecil pada air yang tergenang,” (HR. Muslim, Ahmad, Nasaa’i dan Ibnu Majjah) dan Rasulullah SAW. juga menegaskan: “Rasulullah SAW. melarang buar air kecil pada lobang,” (HR. Ahmad, Nasaa’i, Abu Dawud, Hakim dan Baihaqi).

Ketujuh, janganlah buang air di tempat pemberhentian atau tempat berteduh juga jalan yang selalu dilewati manusia. karena hal itu akan mengganggu orang yang sering melewati jalan atau beristirahat di tempat itu. []

About Ummu Khadijah

Check Also

Muslimah, Berpakaianlah Sesuai Perintah Allah SWT

“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu serta para wanita kaum beriman agar mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka mudah dikenal dan tidak diganggu orang. Allah SWT Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (Al Ahzab: 59)

Tinggalkan Balasan