Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Anakku, Katakanlah ‘Laa ilaaha illallaah’

0

 

Madinah. Hari itu sangat berbeda dari hari – hari yang lain. Semua orang berkumpul. Tua. Muda. Laki-laki dan perempuan. Bahkan anak-anak.

Wajah-wajah berseri. Laksana mendapatkan kebahagiaan yang tiada bandingannya.

Hari yang dinantikan. Saat kedatangan Rasul mulia. Sosok yang dirindukan.

Kaum Anshar berduyun-duyun. Menemui Nabi yang dicintai. Semua berlomba, ingin memberi hadiah terbaik.

Seorang perempuan juga datang tergesa. Tangannya menggandeng tangan mungil anaknya.

“Ya Rasulullaah. Tidak ada satupun laki-laki dan perempuan dari kaum anshar, kecuali dia telah mempersembahkan hadiah untukmu,” ujarnya ketika sampai di hadapan nabi.

“Aku tak memiliki apapun. Maka bawalah dia untuk membantumu,” lanjutnya seraya menyerahkan anaknya.

Ummu Sulaim. Ialah perempuan cerdas itu. Ya, ibu dengan keputusan cerdas. Menyerahkan anaknya langsung di madrasah kenabian.

Lihatlah, bagaimana ia mendidik anaknya sewaktu kecil.

“Anakku, katakanlah ‘laa ilaaha illallaah’,” seringkali, Ummu Sulaim mengulang – ulang pada anaknya saat masih sangat kecil.

Maka kalimat mulia itu, menjadi kata-kata pertama yang diucapkan sang anak.

Menyerahkan puteranya, bukanlah keputusan tanpa perhitungan. Pandangan jauh ke depan, disertai harapan besar. Kelak, puteranya ini akan berdiri tegak, mengibarkan bendera islam.

Perhatikan pula, kisahnya ketika bersyahadat. Kecintaannya pada Allah dan RasulNya, mengundang kemarahan sang suami yang musyrik, yang lalu meninggalkannya sampai ajal menjemput. Namun ia tegar.

Lalu, bukalah kisah ketangguhannya. Ialah salah satu perempuan, yang bergerak cepat. Pulang pergi tak kenal lelah. Memikul geriba di punggung. Memberi minum para mujahid di Perang Uhud.

Loading...

Seorang ibu. Tangguh. Cerdas. Shalihah. Dipadukan dengan pilihan tepatnya dalam pendidikan anaknya. Pendidikan langsung di madrasah kenabian. Ah, pantas saja. Sejarah kemudian mencatat kisah sang anak dengan tinta emas. Yang namanya harum sampai di masa ini. Anas bin Malik. []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline