Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Wanita Bersuci dari Nifas, Ini Dia Waktunya

0

Sebagai seorang wanita ia diberi anugerah untuk melahirkan seorang anak di dalam rahimnya. Ia memiliki kehebatan yang sangat luar biasa, karena mampu mengangkat beban makhluk hidup lain pada tubuhnya. Namun, setelah proses melahirkan itu, maka seorang wanita akan mengalami nifas.

Ketika nifas, maka seorang wanita tidak diperbolehkan untuk melaksanakan shalat. Hal ini dikarenakan adanya darah yang masih keluar dari vaginanya. Lalu, berapa lama wanita nifas harus menanti sampai suci dan wajib shalat?

Batas maksimalnya empat puluh hari. Batas minimalnya tidak ada. Kalau seminggu, sepuluh hari atau berapa saja di bawah empat puluh hari tidak keluar darah, dia menjadi suci. Karenanya ia wajib shalat serta puasa, tentunya didahului dengan mandi.

Apabila darah masih saja keluar setelah empat puluh hari, perlu untuk diperiksa ke dokter. Karena itu bukanlah darah nifas lagi. Melainkan darah yang dikeluarkan dari suatu penyakit.

Hadis dari Ummu Salamah RA, ia berkata, “Para wanita di masa Rasulullah SAW menanti berakhirnya nifas sampai empat puluh hari,” (HR. Alkahmsah kecuali An-Nasa’i). []

Sumber: Anda Bertanya Islam Menjawab/Karya: Prof. Dr. M. Mutawalli as-Sya’rawi/Penerbit: Gema Insani



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline