Breaking News
Foto: Parhlo.com

Suami itu, Ga Malu Bantu Istri!

 

Suatu kali, Aisyah binti Abu Bakar Radhiallahu anhumma pernah ditanya oleh salah seorang sahabat. “Apakah yang Nabi lakukan ketika berada di rumah bersama istrinya?”

Aisyah menjawab, “Dahulu Nabi biasa membantu pekerjaan rumah keluarganya.”

Hadist itu diriwayatkan oleh Bukhari.

Dalam riwayat Ibnu Hibban, Aisyah berkata, “Ia melakukan (seperti) apa yang dilakukan oleh salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya, ia memperbaiki sendalnya, menjahit bajunya dan mengangkat air di ember.”

Jelas sekali, bahwa Nabi sudah mencontohkan bahwasanya seorang suami tidaklah tabu membantu pekerjaan istrinya.

Jika seorang suami bisa meneladani hal ini kala berada di rumah bersama istrinya, maka bukan saja kepribadian Muslimnya akan semakin kuat, secara psikologis, cinta istri kepada sang suami juga akan sangat meningkat, sehingga istri akan merasakan ketentraman luar biasa.

Para suami tak perlu merasa risih membantu kegiatan istri, tatkala pasangannya itu memang dalam keadaan padat pekerjaan. Bahkan sekadar mencuci piring, memasak air, membuat telor dadar, sudah ikut meringankan bebannya.

Namun demikian, Islam tetap mengatur bagaimana semua bisa berjalan secara proporsional. Jangan sampai atas dalih membantu istri, ibadah terhambat.

“Rasulullah, biasa melayani keperluan keluarganya, lantas ketika waktu sholat tiba, beliau pergi meninggalkan sholat,“ (HR. Bukhari).

Sederhananya, istri juga harus ikut membantu mengingatkan suami untuk tidak teledor dalam ibadah. Misalnya, kala suami bangun di tengah malam karena membantu mengurus bayi dan kala adzan Shubuh tiba, karena kelelahan suami tidak terbangun, sangat baik jika istri membantunya untuk bangun dan bersegera mendirikan sholat.

Yang tidak kalah penting adalah bagaimana jika keduanya fokus pada kewajiban masing-masing, suami sibuk bagiamana bisa membantu istri, dan istri sibuk bagaimana taat dan hormat kepada sang suami, niscaya kehidupan bahagia dunia-akhirat benar-benar bisa dialami di dalam rumah sendiri.

Catatan terakhir bagi para suami alias bapak, Rasulullah berpesan, “Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik kepada keluarganya dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian bagi keluargaku.” (HR. Abu Dawud).

Membantu pekerjaan istri bukanlah hal memalukan dan menurunkan wibawa suami. Sebaliknya makin menguatkan ikatan dan romantisme. Gimana para suami? []

Sumber: Hidayatullah.com

About Ummu Khadijah

Check Also

7 Tanda Suami Punya Selingkuhan

Suami dinyatakan selingkuh bukan sekadar karena kamu sebagai istri merasa ia berbeda. Harus ada bukti nyata sampai seorang istri bisa mengatakan suaminya berselingkuh.

Tinggalkan Balasan