Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Suami Berubah? Ini Alasannya…

0

Seorang istri pasti merasa ketakutan jika melihat sikap sang suami mulai berubah, wanita pasti sering berpikiran yang aneh-aneh tentang suaminya, yang itu belum tentu terjadi kebenarannya (curigaan).

Apalagi, ketika sikap sang suami yang dulu dengan yang sekarang itu sangatlah berbeda sekali. Misalnya:

“Dulu pas awal nikah sehari bisa telpon 10 kali, sekarang telpon kalau penting aja. Sehari juga belum tentu,”

“Dulu pas awal nikah kata-kata romantis bombastis ala Ahjussi ganteng atau Oppa keren di Drama Korea gak pernah ketinggalan, makin lama makin gak ada,”

“Dulu pas awal nikah serasa pacaran, sekarang kayak tetangga aja, seolah gak ada rasa,”

Dann, beragam keluhan para istri tentang sikap suami mereka yang konon sudah berubah jadi … hambar dan datar.

Tidak jarang, para suami enggak peka. Dan tidak jarang pula, hal yang terlihat sepele tersebut memicu pertengkaran bahkan hingga perpisahan. Suami sudah capek kerja dan malas meladeni keluhan istrinya yang dinilai tidak penting, istri merasa tidak dihargai padahal dia juga merasa tidak hanya ongkang-ongkang saja, saling menuntut, dan … sering … mahligai yang dibangun bersama tersebut retak bahkan rusak.

Semua bermula dari hal sepele: istri merasa tidak dicintai yang notabene indikatornya sikap suami makin berubah jadi datar atau tidak sehangat dulu sedangkan suami merasa dari dulu dia ya gitu, istrinya saja yang terlalu banyak menuntut.

Ada beragam alasan kenapa sikap suami berubah:

1. Sudah bosan

Di antara semua alasan, tentu alasan ini yang paling menyakitkan semua istri di dunia. Suami sudah bosan. Secantik apapun sang istri kalau dilihat setiap hari lama-lama akan terlihat biasa. Laki-laki kadang ibarat pemburu. Jika apa yang diburu sudah ditangkap dan ia sudah mengetahui semuanya, maka sudah tidak ada lagi hal yang membuat dia penasaran. Buat apa juga mengejar. Ya sudah, kemudian mau apa lagi? Seperti itulah.

2. Menganggap hal-hal verbal tidak terlalu penting lagi

Setelah menikah, laki-laki menjadi penanggung jawab utama keluarga. Dialah yang bertugas membanting tulang sekalipun istri juga punya penghasilan. Dan kadang, saking fokusnya bekerja demi anak serta istri, para suami sudah tidak lagi menganggap hal-hal verbal seperti memuji istri sebagai hal yang utama. Toh jika ditanya ia pasti akan menjawab bahwa ia sangat mencintai istri dan anaknya. Toh dia tidak macam-macam. Toh apa yang ia lakukan adalah demi membahagiakan istri dan anak. Seperti itulah.

3. Merasa aman

Memiliki istri cantik dan sholehah yang enggak neko-neko, terus mau apa lagi? Sang suami merasa aman dan tidak perlu lagi bermanis-manis menuju lebay hanya untuk memikat hati istri. Toh sang istri udah paham istri sholehah itu harus gimana. Sehingga waktu yang ada bisa ia gunakan untuk hal lain seperti mencari nafkah demi keluarga atau hal serupa yang intinya hal nyata buat keluarga.

Jadi jangan terburu-buru berburuk sangka bila sikap suami berubah. Ada beragam alasan. Semoga alasannya bukan karena sang suami tidak cinta ya. Dan ada baiknya, agar tidak timbul prasangka, istri mengkomunikasikan hal ini pada suami. Sejatinya laki-laki dan wanita memang berbeda, bukan? []

Loading...

Sumber: Ummi Online.



Artikel Terkait :

Loading...

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline