Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Bolehkah Akhwat Melamar atau Memberi Kode Duluan untuk Menikah?

0

Sebagai akhwat tentu ada rasa gengsi jika harus mengutarakan hal macam seperti ini terlebih dahulu kepada ikhwan. Karena, bagaimana pun hakikat akhwat itu dipilih, yaa walaupun akhwat juga mempunyai hak untuk memilih kriteria. Jika tidak setuju akhwat pun punya hak untuk menolak lamaran tersebut.

Pernikahan sebagai ibadah yang dapat menyempurnakan agama merupakan hal yang ditunggu oleh seorang Muslim. Namun, bagaimana halnya jika seorang akhwat memiliki keinginan pada seorang ikhwan, sementara kebiasaan kita selama ini adalah ikhwan yang melamar akhwat?

Dalam sejarah Islam sendiri, terdapat riwayat mengenai akhwat yang menyatakan keinginannya menikah dengan seorang ikhwan. Setidaknya ada 3 cara bagi akhwat untuk menyatakannya pada ikhwan yang dimaksudkan.

Pertama, dengan berkata secara terus terang pada ikhwan tersebut. Berdasarkan hadits HR Bukhari, di zaman Nabi dulu ada seorang wanita yang menawarkan diri kepada Rasulullah untuk dinikahi. Dalam riwayat Imam Malik, wanita tersebut berkata pada Rasulullah, “aku menawarkan diriku kepadamu,” (HR Malik).

Kedua, jika cara pertama dirasa terlalu ekstrem untuk dilakukan, akhwat bisa meminta pihak keluarga untuk bertemu dengan ikhwan tersebut dan mengutarakan maksud untuk menikah. Umar Ibnul Khaththab ketika putrinya Hafshah menjanda karena suaminya meninggal, segera mendatangi ‘Utsman bin ‘Affan & Abu Bakar untuk menawarkan putrinya,” (HR. Al-Bukhari).

Ketiga, bisa dengan melalui teman atau perantara, seperti yang dilakukan Khadijah ketika memiliki keinginan kepada Rasulullah. Khadijah mengungkapkan perasaannya kepada sahabatnya yang bernama Nafisah binti Muniyyah, dan Nafisah pun pergi kepada Rasulullah untuk mengutarakan maksud Khadijah tersebut, dan menganjurkan Rasulullah untuk menikahinya,” (Sirah Nabawiyah).

Nah, itulah beberapa cara yang bisa dilakukan seorang akhwat untuk mengutarakan maksudnya menikah jika ia memiliki keinginan terhadap seorang ikhwan. Semoga membantu. []

Sumber: Dailymoslem



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline