Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Wanita Berolahraga, Perhatikan Ini

0

 

Sebagai manusia tentu kita sangat membutuhkan olahraga agar kesehatan tubuh tetap stabil. Memang dalam ilmu kesehatan pun telah dikatakan demikan. Namun, ketika kita dihadapkan dengan salah satu masalah antara kesehatan dengan aturan agama. Maka tentu Anda akan mencari terlebih dahuluhakikat boleh atau tidaknya aktivitas tersebut.

Di dalam Islam telah diatur seluruh aspek kehidupan dengan sedemikian rupa rancangannya. Maka, tidak ada satu aktivitas pun yang tidak dilandasi dengan aturan dan hukum. Lalu apakah dalam Islam boleh wanita muslimah itu berolah raga? Dan apakah ada batasan-batasan tertentu ketika wanita muslimah melaksanakan aktivitas olahraga?

Tidak ada larangan bagi seorang wanita yang tidak hamil untuk berolahraga. Karena, sesungguhnya kalau wanita yang hamil, terkadang menyebabkan keguguran kandungan dan menyebabkan terjatuhnya dia dalam dosa. Adapun wanita yang tidak hamil maka boleh bagi dia untuk berolah raga asal tidak keluar dari norma kewanitaannya dan tidak meniru-niru orang kafir.

Tidak boleh bagi wanita untuk berjalan cepat di tiga putaran thawaf dari thawaf qudum (manasik haji). Karena sesungguhnya wanita itu adalah aurat dan wanita itu juga sebagaimana dikatakan Nabi shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam:

لْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ, فَإِذَا خَرَجَت اسْتَشْرَفَهَا الشّيْطَانُ» رواه الترمذى وقال : هذَا حديِثٌ حسنٌ صَحيحٌ غرِيبٌ

“Wanita itu aurat, apabila keluar maka Syaithon akan membuat dia indah dipandang.”( )

Begitu juga apabila dia berada di kalangan laki-laki tidak usah berlari-lari dan tidak pula berolah raga serta menampakkan anggota badannya di hadapan mereka, karena dia itu adalah aurat. Oleh karena itu perempuan berihram dengan pakaiannya kecuali sesuatu yang dihususkan oleh dalil (dengan batasan Al Qur’an dan As Sunnah). Maka dengan batasan ini boleh bagi wanita berolah raga di rumahnya dan dengan suaminya atau dengan wanita semisalnya tetap dalam batasan syariat.

Jadi untuk wanita muslimah yang ingin berolah raga itu boleh-boleh saja. Tetapi, harus tetap berada dalam batasan syariat, tidak mengikuti gaya orang nonMuslim, tidak berolah raga di depan laki-laki atau di tempat umum. Boleh berolah raga sewajarnya didalam rumah, atau disuatu ruangan yang di dalalamnya hanya berisi mahram saja. Karena, sejatinya wanita itu tetap aurat. []

Redaktur: Ralda Rizma F
Sumber: ArtikelMuslimah.com



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline