Breaking News
Foto: JMMI ITS

Ikuti Lomba Tilawah Al-Quran ketika Haid, Bolehkah?

Kini membaca Al-Quran bukan hanya bisa dilakukan untuk diri sendiri saja. Melainkan, bisa pula diperdengarkan bagi orang banyak. Ya, lomba-lomba dalam membaca Al-Quran seringkali dijadikan ajang bagi seseorang yang ingin menampilkan suara merdunya dalam membaca Al-Quran. Dan salah satu jenis perlombaan itu ialah tilawah Al-Quran.

Bagi seorang lelaki yang mengikuti lomba tilawah Al-Quran tentu tidak akan bertemu dengan rintangan yang menentu. Tapi, bagi perempuan, ia memiliki satu halangan yang bisa jadi membuatnya bimbang. Apakah itu? Satu-satunya hambatan ialah haid.

Ya, ketika haid, seringkali mereka bingung, apakah boleh mengikuti lomba tersebut atau kah tidak. Mengingat, ada yang mengatakan bahwa perempuan haid tidak boleh membaca Al-Quran. Lalu, bagaimana Islam memandang hal ini?

Para ulama berbeda pendapat tentang apakah perempuan yang haid boleh membaca Al-Quran atau tidak? Dan yang kuat –wallahu a’lam- diperbolehkan bagi perempuan yang sedang haid untuk membaca Al-Quran karena tidak adanya dalil yang shahih yang melarang.

Bahkan dalil menunjukkan bahwa perempuan yang haid boleh membaca Al-Quran. Di antaranya sabda Rasulullah ﷺ kepada Aisyah Radhiyallahu ‘Anha yang akan melakukan umrah akan tetapi datang haid, “Kemudian berhajilah, dan lakukan apa yang dilakukan oleh orang yang berhaji kecuali thawaf dan shalat,” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari Jabir bin Abdillah).

Berkata Syeikh Al-Albany, “Hadis ini menunjukkan bolehnya perempuan yang haid membaca Al-Quran. Karena membaca Al-Quran termasuk amalan yang paling utama dalam ibadah haji. Dan nabi ﷺ telah membolehkan bagi Aisyah semua amalan kecuali thawaf dan shalat. Dan seandainya haram baginya membaca Al-Quran tentunya akan beliau terangkan sebagaimana beliau menerangkan hukum shalat (ketika haid), bahkan hukum membaca Al-Quran (ketika haid) lebih berhak untuk diterangkan karena tidak adanya nash dan ijma’ yang mengharamkan, berbeda dengan hukum shalat (ketika haid). Kalau beliau ﷺ melarang Aisyah dari shalat (ketika haid) dan tidak berbicara tentang hukum membaca Al-Quran (ketika haid) ini menunjukkan bahwa membaca Al-Quran ketika haid diperbolehkan, karena mengakhirkan keterangan ketika diperlukan tidak diperbolehkan. Sebagaimana hal ini ditetapkan dalam ilmu ushul fiqh, dan ini jelas tidak samar lagi, walhamdu lillah,” (Hajjatun Nabi hal: 69).

Namun jika orang yang berhadas kecil dan perempuan haid ingin membaca Al-Quran maka dilarang menyentuh mushaf atau bagian dari mushaf. Dan ini adalah pendapat empat madzhab, Hanafiyyah (Al-Mabsuth 3/152), Malikiyyah (Mukhtashar Al-Khalil hal: 17-18), Syafi’iyyah (Al-Majmu’ 2/67), Hambaliah (Al-Mughny 1/137).

Mereka berdalil dengan firman Allah Ta’alaa, “Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang suci.”

Sebagian ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan mushaf yang kita dilarang menyentuhnya adalah termasuk kulitnya/ sampulnya karena dia masih menempel. Adapun memegang mushaf dengan sesuatu yang tidak menempel dengan mushaf (seperti kaos tangan dan yang sejenisnya) maka diperbolehkan.

Berkata Syeikh Bin Baz, “Boleh bagi perempuan haid dan nifas untuk membaca Al-Quran menurut pendapat yang lebih shahih dari dua pendapat ulama. Karena tidak ada dalil yang melarang. Namun tidak boleh menyentuh mushaf, dan boleh memegangnya dengan penghalang seperti kain yang bersih atau selainnya, dan boleh juga memegang kertas yang ada tulisan Al-Quran (dengan menggunakan penghalang) ketika diperlukan,” (Fatawa Syeikh Bin Baz 24/344).

Jadi, ketika seorang perempuan yang sedang haid ingin mengikuti lomba tilawah Al-Quran, maka sah-sah saja. Tetapi, akan lebih baik bila ia tidak memegang mushaf Al-Quran secara langsung. Ia perlu menggunakan penghalang yang bisa menghalangi tersentuhnya secara langsung antara kulit dengan mushaf. Wallahu ‘alam. []

Sumber: konsultasisyariah.com

About Mila Zahir

Check Also

Mengajarkan Adab Masuk Kamar Mandi pada Anak

Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki kamar mandi, lalu dia mengucapkan 'bismillah'

Tinggalkan Balasan