Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Menikah dan Menyeduh Kopi

0

Menikah itu seperti menyeduh kopi. Anda harus memilih kopi murni, bukan kopi campuran. Bahkan Anda harus mengerti nikmatnya kopi justru ketika tidak dicampur gula dan yang lainnya.

Memilih calon suami atau istri, carilah yang ori. Yang murni. Yang hati dan cintanya diberikan untuk Anda, dan tidak mengkhianati Anda. Bukan memilih petualang yang sudah bergelimang dalam dunia kebebasan pergaulan. Mereka ini sudah tidak murni lagi.

Menikah itu seperti menyeduh kopi. Anda harus mengerti ilmu dan seni. Anda harus memiliki ketelitian dan kesabaran tingkat tinggi.

Jika menikah tanpa ilmu dan tanpa seni, akan mudah hambar dan kehilangan gairah.

Jika menikah tanpa ketelitian dan kesabaran tingkat tinggi, akan mudah marah-marah.

Menikah itu seperti menyeduh kopi. Anda harus mengerti takaran masing-masing. Berapa takaran kopi, berapa takaran air. Perpaduan yang pas akan menghasilkan cita rasa berselera tinggi.

Menikah itu adalah bab menakar secara tepat, seberapa besar percaya, dan seberapa besar cemburu. Seberapa banyak mengikat, dan seberapa banyak memberi kebebasan.

Jika percaya berlebihan, Anda kehilangan penjagaan terhadap pasangan. Jika cemburu berlebihan, Anda mudah depresi.

Jika terlalu kuat mengikat, pasangan Anda pasti tidak nyaman. Jika terlalu bebas, Anda kehilangan kendali.

Menikah itu serupa menyeduh kopi. Anda perlu filter yang tepat, suhu yang tepat, alat yang tepat untuk menghasilkan cita rasa kopi berkualitas.

Menikah itu memerlukan filter untuk menyaring mana benar mana salah, mana baik mana buruk, mana patut mana tidak patut.

Menikah itu memerlukan suhu yang tepat untuk hadirnya cinta yang indah. Jika terlalu panas, suasana rumah tangga akan selalu berada dalam ketegangan. Jika terlalu dingin, suasana keluarga tidak akan ditemukan keindahannya.

Menikah itu serupa menyeduh kopi. Anda harus pelan-pelan dan berhati-hati saat menuangkan airnya. Pun Anda harus pelan-pelan saat menyeruputnya. Jangan habiskan secangkir kopi dalam sekali reguk. []



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline