Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Mungkin Ini Adalah Uang yang Sudah Lama Terpendam

0

Oleh: Ralda Rizmainun Farlina

Pagi tadi sebelum berangkat ke kantor seperti biasa saya rapihkan rumah dulu, setelah pekerjaan rumah beres barulah saya bergegas pergi ke kantor. Namun pagi tadi adalah pagi yang berbeda dari biasanya, saya agak lamban ketika sedang menjemur pakaian, ada sesuatu yang saya pikirkan (isi dompet).

Ya, saya sempat cemas dengan isi dompet yang sudah hampir sekarat, biasanya tak pernah seperti ini, karena biasanya saya selalu menyisihkan sepersekian persen untuk bekal sampai bertemu dengan gajian lagi. Namun kali ini karena banyak pengeluaran kuliah, maka ya begitulah ceritanya hehe…

Sambil jemur pakaian, saya juga berpikir keras, ‘kalau minta ke kakak ah gengsi,’ dalam pikiran saya. Walaupun dengan kakak sendiri gatau kenapa kami itu sering gengsi-gengsian, tapi tidak kalau urusannya dengan makanan.

Lantas saya berpikir lagi ‘apa pinjem aja gitu yah, pinjem sama minta kan beda hihi, ah iya ah pinjem aja ke kakak, harus berani,’ pikir saya, sambil memotivasi diri agar berani ngomong.

Singkat cerita ketika hendak pergi ke kantor saya disibukkan dulu mencari sesuatu, apalagi kalau bukan ‘masker’ benda wajib yang harus dibawa kemana-mana, walau kadang suka (lupa). Hii…

Ketika di dalam kamar mata saya langsung tertuju pada tas yang biasa saya pakai itu, tetiba saya punya pirasat ingin sekali membuka dan mengecek ret sleting tas belakang, padahal aslinya saya jarang banget buka ret sleting itu, karena emang jarang nyimpen sesuatu disitu.

Ketika dibuka kemudian dilihat, woaa ternyata isinya bukan masker melainkan ‘uang’, uang yang sudah lama terpendam mungkin hehehe…
Bahagia mah gitu da sederhana, disaat kondisi seperti itu, mendapatkan atau menemukan uang yang terselip itu bagaikan menemukan harta karun ibaratnya.

Lalu kemudian saya berpikir, oh mungkin ini cara Allah membuat saya lupa dengan apa yang saya simpan, dan Allah perlihatkan lagi ketika saya benar-benar butuh. Nah, silahkan simpulkan hikmahnya, hidup itu jangan itung-itungan soal matematik dunia, tapi yakinlah dengan sistematik yang telah Allah rancang.

Toh yang ngasih rezeki bukan perusahaan kita, bos kita atau siapapun yang dekat dengan kita. Rezeki itu datangnya dari Allah, mereka itu hanya perantara saja. Karena toh ketika Allah tidak berkehendak maka ya nihil, kita tidak akan mendapatkan apa-apa meski mau jungkir balik atau kokosodan sekalipun.

Pahami konsep rezeki yang sesungguhkan maka In Sya Allah kita akan semakin banyak bersyukur. []



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline